Carut Marut Lahan BJA (Bukit Jonggol Asri) Diduga Jadi Ajang Pungli Masyarakat Resah
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026 23:13 WIB
- visibility 119
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tokoh Masyarakat dan Aktivis Lingkungan, Aseo Mulyana
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Masyarakat keluhkan kondisi lahan BJA (Bukit Jonggol Asri) yang hingga saat ini dinilai semakin carut marut dan tidak memiliki kepastian yang jelas.
Menyikapi kondisi tersebut, Tokoh masyarakat, Asep Mulyana menilai jika situasi tersebut diduga dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk melakukan praktik pungutan liar (pungli) kepada masyarakat dengan berbagai alasan dan kepentingan.
“Banyak warga merasa resah karena munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan pengurus, koordinator, bahkan mengklaim memiliki kewenangan atas lahan tersebut,” ujar Asep Mulyana saat dikonfirmasi, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurutnya dampak dari ketidakpastian hukum lahan BJA, berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
“Akibatnya jelas, masyarakat menjadi bingung dan khawatir karena setiap aktivitas di lokasi seolah selalu dibebani pungutan yang tidak jelas dasar hukumnya, ini sangat merugikan,” tegasnya.
“Praktik seperti ini tentu sangat merugikan masyarakat kecil. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, warga justru harus menghadapi tekanan dan beban tambahan akibat adanya dugaan pungli yang terus terjadi di kawasan lahan BJA,” imbuhnya.
Asep menyebutkan, situasi ini juga memicu konflik horizontal antar masyarakat karena adanya kepentingan kelompok tertentu yang ingin mengambil keuntungan pribadi.
- Penulis: Unggung Rispurwo




