Dedi Mulyadi Disebut Ingin Ubah Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Begini Penjelasan Resmi Pemprov Jabar
- account_circle anshori
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026 07:50 WIB
- visibility 243
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jalan Provinsi Berbayar Dedi Mulyadi: Solusi Infrastruktur atau Beban Baru bagi Rakyat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Isu tersebut mencuat setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan peringatan Milangkala atau Hari Tatar Sunda setiap tanggal 18 Mei.
Perbincangan itu semakin meluas karena perayaan Milangkala Tatar Sunda tahun pertama pada 2026 digelar cukup meriah melalui rangkaian Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Barat. Acara puncaknya sendiri dilaksanakan di Kota Bandung pada 16 hingga 17 Mei 2026 dan menarik perhatian masyarakat luas.
Banyak warganet kemudian berspekulasi bahwa kebijakan tersebut menjadi langkah awal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Narasi itu pun menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kabar tersebut tidak benar. Pemprov menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk mengganti nama resmi Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda seperti isu yang berkembang di media sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Mas Adi Komar, menjelaskan bahwa peringatan Hari Tatar Sunda murni bertujuan untuk mengangkat nilai sejarah dan budaya Sunda yang telah berkembang sejak masa kerajaan Sunda di wilayah Jawa Barat.
- Penulis: anshori




