Dedi Mulyadi Disebut Ingin Ubah Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Begini Penjelasan Resmi Pemprov Jabar
- account_circle anshori
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026 07:50 WIB
- visibility 245
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jalan Provinsi Berbayar Dedi Mulyadi: Solusi Infrastruktur atau Beban Baru bagi Rakyat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut Adi, kegiatan Milangkala Tatar Sunda tidak berkaitan dengan perubahan nama wilayah administratif pemerintahan. Ia menekankan bahwa penggunaan istilah Tatar Sunda lebih mengarah pada aspek budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Sunda.
“Tidak ada yang mengarah ke sana. Saya pikir kalau nama Provinsi Jawa Barat masih ada dalam undang-undang ya. Untuk saat ini kan kita di Milangkala Tatar Sunda ini unsur budaya dan teritorial historis ya, tentang kerajaan Sunda dan lain-lain. Jadi, tidak berkaitan dengan wilayah administratif,” ungkap Adi di Bandung, Minggu 17 Mei 2026.
Ia juga menegaskan bahwa nama Provinsi Jawa Barat tetap sah secara hukum karena telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku. Oleh sebab itu, penetapan Hari Tatar Sunda sama sekali tidak mengubah status maupun nama administratif Jawa Barat sebagai sebuah provinsi.
Lebih lanjut, Adi menerangkan bahwa penyelenggaraan Milangkala Tatar Sunda merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali kesadaran masyarakat terhadap sejarah panjang budaya Sunda yang tumbuh dan berkembang di wilayah Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu.
Menurutnya, pemerintah ingin generasi muda memahami akar budaya dan sejarah Sunda melalui berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung. Karena itu, Kirab Budaya Mahkota Binokasih dipilih sebagai simbol penting untuk mengingatkan masyarakat terhadap warisan sejarah kerajaan Sunda.
- Penulis: anshori




