Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Penertiban PKL Cicadas Bandung: Trotoar Bukan untuk PKL
- account_circle anshori
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026 13:17 WIB
- visibility 311
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan dalam penataan kawasan perkotaan di Kota Bandung dengan membongkar lapak PKL Cicadas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaan dalam proses penertiban tersebut. Pemerintah daerah, menurutnya, memahami bahwa para pedagang tetap membutuhkan penghasilan untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.
“Tapi ini adalah pertimbangan ekonomi dan kemanusiaan. Siklus ekonominya harus tetap berjalan sebelum mereka mendapat pekerjaan atau usaha lain yang tidak mengganggu fasilitas umum,” ujarnya.
Dedi juga menjelaskan bahwa kemampuan keuangan pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, pemerintah tidak mungkin memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada seluruh pedagang yang terkena dampak penertiban.
“Kalau saya harus memberi miliaran rupiah tentu tidak mungkin juga, karena kemampuan keuangan kita terbatas,” katanya.
Walaupun demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut akan terus mencari solusi agar penataan kota tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi sosial masyarakat kecil. Penataan kawasan publik dipandang sebagai langkah penting untuk memperbaiki wajah kota sekaligus menciptakan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah daerah harus tetap konsisten menjalankan tugasnya dalam menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, penataan kota merupakan bagian dari tanggung jawab pemimpin daerah kepada masyarakat luas.
- Penulis: anshori




