Breaking News
Trending Tags

BUMN Dipangkas Jadi 250 Perusahaan, Prabowo Pastikan Tak Ada PHK Karyawan

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 18:13 WIB
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasaanah.id- Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) akan dirampingkan menjadi sekitar 250 perusahaan melalui program konsolidasi. Meski BUMN dipangkas secara signifikan, pemerintah memastikan seluruh karyawan tetap dipertahankan dan tidak akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Target tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI), Minggu (28/6/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden meminta penjelasan kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengenai jumlah akhir perusahaan pelat merah setelah proses konsolidasi selesai.

Prabowo mengungkapkan dari lebih dari seribu perusahaan BUMN yang ada, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan. Ia menyebut jumlah tersebut nantinya akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 300 perusahaan.

Menanggapi pertanyaan Presiden, Dony Oskaria menjelaskan target akhir program BUMN dipangkas menjadi sekitar 250 perusahaan. Menurutnya, jumlah tersebut dinilai lebih ideal untuk menciptakan tata kelola perusahaan negara yang sehat dan efisien.

Prabowo menilai langkah konsolidasi perlu dilakukan agar perusahaan milik negara tidak lagi terbebani biaya operasional yang besar. Ia menyebut banyak perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan, namun tetap mengeluarkan biaya operasional tinggi sehingga membebani keuangan negara.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less