Kota Cimahi Tetapkan Status Siaga Kekeringan
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026 20:40 WIB
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi warga mengantri air di wilayah Jawa Tengah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – CIMAHI. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada periode Juli hingga September 2026.
Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dari biasanya dengan sebagian besar wilayah diprediksi berada pada kategori Bawah Normal.
Menyikapi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau yang berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa penetapan status tersebut merupakan prosedur rutin yang dilakukan setiap memasuki musim kemarau.
Hal ini bertujuan agar seluruh elemen penanganan bencana berada dalam kondisi lebih siap.
“Kalau musimnya lagi musim kemarau, kita menentukan status daerah siaga kekeringan.Ya, jadi kita bisa saat ini dalam masa siaga itu satu tingkat lebih siaga,” katanya di Cimahi, Jumat (3/7/2026) dikutip dari Antara.
Namun demikian, kondisi kekeringan tetap perlu diwaspadai. Fithriandy menyebut bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi terasa lebih kering karena bertepatan dengan fenomena El Nino, meskipun masih terdapat peluang hujan dalam intensitas tertentu.
“Diperkirakan tetap akan ada sedikit hujan antara 50 sampai 150 milimeter. Jadi yang sekarang terasa musim keringnya lebih kering daripada sebelumnya karena kebetulan bersamaan dengan El Nino yang terjadi bersama dengan musim kemarau,” ujarnya.
Dengan ditetapkannya status siaga darurat, BPBD Kota Cimahi langsung meningkatkan berbagai aspek kesiapsiagaan.
Langkah ini mencakup penguatan sumber daya manusia, peralatan, serta koordinasi lintas instansi guna mempercepat respons jika terjadi kekeringan.
“Di mana personel kita lebih dipersiapkan, peralatan kita lebih dipersiapkan, kemudian koordinasi yang lebih intens dengan dinas terkait. Kemudian juga peralatan kita siagakan. Semua anggota BPBD Kota Cimahi kita sampaikan bahwa sekarang lagi siaga kekeringan,” kata Fithriandy.
Hingga saat ini, BPBD Kota Cimahi telah menerima laporan awal terkait potensi kekeringan di wilayah Kelurahan Cibeureum.
Kondisi yang dilaporkan masih tergolong ringan, namun tetap dalam pemantauan intensif. BPBD juga telah menyiapkan skema distribusi air bersih melalui koordinasi dengan instansi yang memiliki armada mobil tangki air, sehingga penanganan dapat dilakukan.**
- Penulis: Unggung Rispurwo




