Breaking News
Trending Tags

Antisipasi Risiko Karhutla, BPDAS Cimanuk Citanduy Serahkan Delapan Mesin Potong Rumput

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026 23:57 WIB
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – ‎MAJALENGKA. Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat tidak hanya dilakukan melalui kesiapsiagaan personel, tetapi juga dengan dukungan sarana di lapangan.

‎Hal itu ditunjukkan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk Citanduy saat mengikuti Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat di Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah IV Kementerian Kehutanan, Kabupaten Majalengka, Selasa (21/7/2026).

‎Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Mewujudkan Hutan dan Lahan Bebas Asap Menuju Jawa Barat Lestari”, kegiatan tersebut menjadi ajang memperkokoh kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi potensi karhutla yang setiap tahun menjadi tantangan di berbagai wilayah.

‎Pada kesempatan itu, BPDAS Cimanuk Citanduy menyerahkan delapan unit alat pemotong rumput sebagai dukungan nyata terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

‎Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membersihkan vegetasi kering yang berpotensi menjadi bahan bakar api, sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan.

‎Kepala BPDAS Cimanuk Citanduy, Umar Nasir, S.Sos., M.Sc, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu instansi semata. Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.

‎”Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan hingga masyarakat. Melalui apel siaga ini, kami memperkuat komitmen bersama agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih dini dan lebih efektif,” ujarnya.

‎Selain berpartisipasi dalam apel siaga, BPDAS Cimanuk Citanduy juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung rehabilitasi hutan dan lahan serta pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

‎Apel Siaga Karhutla 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan kerja sama lintas sektor dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat.

‎Dengan sinergi yang semakin solid, diharapkan risiko karhutla dapat ditekan sehingga kelestarian hutan tetap terjaga dan manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat luas.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less