Soal Bendera Bulan Bintang di Aceh, Juha Christensen Ingatkan Pentingnya Menjaga Perdamaian
- account_circle anshori
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 06:59 WIB
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bendera Bulan Bintang berkibar di Masjid Baiturahman Aceh
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam kesempatan itu, Juha juga menanggapi aksi pengibaran bendera GAM atau bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Aksi tersebut sempat memicu kericuhan pada hari yang sama.
Menurut Juha, tindakan seperti itu tidak memberikan kontribusi positif terhadap kondisi perdamaian Aceh. Ia mengingatkan seluruh pihak agar kembali memahami semangat yang terkandung dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, khususnya mengenai pentingnya menjaga perdamaian dengan menjunjung tinggi martabat semua pihak.
Baginya, semangat perdamaian Aceh tidak hanya berbicara mengenai berakhirnya konflik bersenjata. Perdamaian juga harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menghindari tindakan yang berpotensi memunculkan kembali persoalan sensitif.
Juha meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para mantan anggota GAM bersama-sama menjaga situasi Aceh agar tetap kondusif. Ia menilai setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai capaian perdamaian tidak terganggu oleh tindakan yang dapat memicu perbedaan atau ketegangan baru.
“Dignity for all” atau bermartabat untuk semua, menurut Juha, menjadi salah satu semangat penting yang harus terus dijaga dalam perjalanan perdamaian Aceh. Karena itu, ia mengingatkan agar berbagai simbol maupun isu yang memiliki sensitivitas tinggi tidak digunakan secara sembarangan.
- Penulis: anshori



