Breaking News
Trending Tags

RAPBN 2027 dinilai terlalu optimistis dengan target 6%

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 05:30 WIB
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – RAPBN 2027 menghadirkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang menuai keraguan dari sejumlah analis ekonomi.

Dokumen anggaran yang mengusung tema “Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat” itu dianggap terlalu ambisius oleh para pengamat.

Penilaian kritis terhadap RAPBN 2027 disuarakan terutama karena kondisi eksternal yang masih penuh ketidakpastian.

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menilai sasaran pertumbuhan tersebut sulit dicapai dalam peta risiko global saat ini.

Menurut Nailul, eskalasi ketegangan geopolitik meningkatkan volatilitas pasar internasional.

Ia juga menyorot kebijakan moneter di negara maju yang sudah memasuki rezim suku bunga positif, termasuk keputusan bank sentral di AS dan Jepang.

Perubahan suku bunga global ini, kata Nailul, berpotensi mengganggu arus modal dan menghimpit ruang fiskal untuk negara berkembang.

Konflik di Timur Tengah turut disebutkan sebagai faktor yang dapat mengganggu rantai pasok dan perdagangan internasional.

Kenaikan harga minyak disorot sebagai ancaman terhadap anggaran negara karena dapat menambah tekanan pada APBN.

Dampak lain yang dikhawatirkan adalah gangguan distribusi barang yang pada akhirnya menekan konsumsi rumah tangga.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less