Warga Jabar Tanpa Listrik Tinggal 80 Ribu, Dedi Mulyadi Janji Tuntas 2027
- account_circle anshori
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026 18:15 WIB
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dedi Mulyadi Tolak SPP SMA/SMK Negeri Kembali Berlaku, Pilih Pertahankan Sekolah Gratis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Karena itu, Pemprov Jabar menyiapkan strategi realokasi anggaran dalam dua tahun anggaran untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan tersebut. Program tersebut diharapkan mampu mempersempit kesenjangan pelayanan antara masyarakat perkotaan dan warga yang tinggal di kawasan pelosok.
Pemerataan pembangunan menjadi salah satu fokus yang ingin didorong Dedi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan kawasan strategis, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan kebutuhan dasar seluruh warga terpenuhi.
Akses listrik menjadi salah satu indikator penting dalam upaya tersebut. Ketersediaan listrik dapat menunjang aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan, komunikasi, hingga kegiatan masyarakat sehari-hari.
Dengan masih tersisanya sekitar 80 ribu warga tanpa akses listrik, Pemprov Jabar memiliki pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Dedi menegaskan target 2027 menjadi batas waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut sekaligus memastikan masyarakat Jawa Barat dapat menikmati pelayanan dasar secara lebih merata.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mengakhiri kondisi warga yang masih hidup tanpa penerangan, tetapi juga memperkuat pembangunan infrastruktur di berbagai pelosok Jawa Barat. Pemerintah daerah bersama DPRD dan instansi terkait akan terus diarahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.***
- Penulis: anshori




