Breaking News
Trending Tags

Ngatiyana Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat Pengguna Jalan Di Kota Cimahi

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026 09:41 WIB
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – CIMAHI. Wali Kota Cimahi, Letkol. Purn. Ngatiyana menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi khususnya pengguna jalan yang melintas di Kota Cimahi terkait kemacetan yang terjadi di sejumlah titik di Kota Cimahi, setelah pemberlakuan rekayasa lalu-lintas saat dimulainya pembangunan di tiga ruas jalan Kota Cimahi.

Ngatiyana menjelaskan, setidaknya ada tiga titik ruas jalan di Kota Cimahi yang sedang mengalami pembangunan, termasuk underpass Gatot Subroto dan Jembatan Pemkot Cimahi.

Ngatiyana menyadari banyaknya keluhan warga di media sosial dampak dari pembangunan jalan tersebut.

Meski demikian, pihaknya bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan segera mengevaluasi rekayasa lalu-lintas yang diberlaku

Ngatiyana menjelaskan bahwa sejak awal, pihaknya memonitor terus seluruh perencanaan mulai dari persetujuan pembangunan underpass, perbaikan jembatan, hingga rekayasa lalu lintas telah disusun melalui rapat koordinasi yang melibatkan TNI, Polri, Dishub, dan dinas terkait.

Evaluasi pun direncanakan berjalan terus, sebelum, selama, dan setelah pemberlakuan, agar penyesuaian dapat dilakukan cepat jika situasi di lapangan berubah.

Namun pada hari pertama pemberlakuan rekayasa lalu lintas, kemacetan besar tak terelakkan di pusat kota. Langkah perbaikan segera diambil, dan pada hari kedua, jalur di depan RS Dustira diubah menjadi dua arah, dan arus mulai terurai. Pemantauan berlanjut hari demi hari pagi, siang, dan sore, hingga perlahan kondisi membaik dan kepadatan berkurang.

“Sejak awal saya memimpin rapat-rapat sampai pelaksanaan program, dan ini tidak dipublikasikan karena saya ikhlas. Bahkan rapat terkait rekayasa lalin bersama TNI POLRI dan unsur lainnyapun, mengenai pemecahan 2 arah underpass Dustira itu petunjuk saya,” ungkapnya, Sabtu (22/8/2026) seperti dikutip tujuhmenit.com.

Menurut Ngatiyana, kemacetan di hari pertama dipengaruhi beberapa hal. Cimahi bukan hanya dilalui warganya sendiri, melainkan juga menjadi jalur lintasan warga Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung yang beraktivitas di antar wilayah.

Banyak pengguna jalan dari luar kota belum sepenuhnya mengetahui adanya perubahan arus, sehingga saat tiba di lokasi, mereka sempat bingung menentukan jalan alternatif dan akhirnya menumpuk.

“Meskipun sosialisasi telah dilakukan sebulan sebelumnya melalui media sosial, spanduk, dan peta rute, informasi tersebut belum sepenuhnya sampai ke semua pihak yang melintas dari luar kota. Hal ini membuat penyesuaian membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan,” tuturnya.

Di setiap persimpangan pun sudah dipasang petunjuk arah dan ditempatkan personel gabungan Dishub, Polri, dan TNI untuk memandu pengendara. Petugas telah bekerja semaksimal mungkin, namun volume kendaraan yang sangat besar membuat arus sulit langsung berjalan lancar pada hari pertama.

“Sekali lagi, kemacetan dan masalah di lapangan yang terjadi, itu kesalahan saya bukan kesalahan petugas. Saya selaku pimpinan yang memimpin kota ini yang harus bertanggung jawab. Kemarin, juga habis Jumatan saya cek lapangan muter di Cimahi, Alhamdulillah kemacetan berkurang,” kata Ngatiyana.

Atas nama pribadi dan pemerintah, Ngatiyana memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Cimahi dan pengguna jalan yang merasa tidak nyaman. Ia berjanji terus menyempurnakan pengaturan arus lalu lintas setiap hari.

“Kami membangun dengan tulus dan ikhlas, tidak mencari pujian. Yang penting nanti hasilnya bermanfaat bagi banyak orang, bagi anak cucu kita ke depannya,” tutupnya.

Sementara, salah satu tokoh masyarakat Cimahi Deddy Supriadi menyampaikan dukungan penuh kepada Wali kota Cimahi untuk terus memberikan solusi atas kemacetan yang terjadi.

“Kami berterimakasih, mendukung penuh kepemimpinan pak Ngatiyana yang sudah bekerja dengan ikhlas tanpa pencitraan,” ucapnya.

Selain itu, Deddy mengajak seluruh warga Cimahi untuk tetap menilai objektif dan tetap tenang atas situasi kemacetan yang terjadi.

“Ini solusi untuk masa depan Cimahi, karena itu kemacetan parah merupakan hal yang tak bisa dihindarkan lagi, namun ini hanya sementara. Akan tetapi kami mengapresiasi Wali Kota Cimahi yang turun langsung ke lapangan dalam mencarikan solusi dan memecahkan masalah yang ada, bukan hanya bagi-bagi coklat. Misalnya seperti membuat underpass dua jalur,” ujar Deddy.***

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less