Asap Karhutla Mengandung PM2,5 Berbahaya, Menkes Imbau Warga Pakai Masker
- account_circle anshori
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026 07:45 WIB
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Titik Panas Karhutla Turun 56%: Kalbar dan Kalteng Jadi Pusat Perhatian Pemantauan Lingkungan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang terkena dampak asap diminta tidak mengabaikan kondisi udara di sekitar tempat tinggalnya.
Salah satu cara yang dianjurkan untuk menekan risiko paparan PM2,5 adalah menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Warga juga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat konsentrasi polutan udara sedang tinggi.
Pemantauan kualitas udara juga perlu dilakukan secara berkala. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi maupun kanal informasi resmi untuk mengetahui kondisi udara terkini.
Informasi mengenai kualitas udara dapat menjadi pertimbangan sebelum seseorang memutuskan melakukan aktivitas di luar rumah. Jika kondisi udara menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi, aktivitas di luar ruangan sebaiknya ditunda atau dibatasi.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan perubahan kondisi kesehatan setelah terpapar asap karhutla.
Keluhan seperti sesak napas, batuk yang tidak kunjung membaik, nyeri pada bagian dada, maupun iritasi mata yang parah tidak sebaiknya dianggap sebagai gangguan ringan.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan tenaga kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit terdekat dapat menjadi tempat untuk memperoleh penanganan.
- Penulis: anshori




