Cerita di Balik Jurus Silat Anton Charliyan Saat Debat Pilkada Jabar
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 14 Mar 2018 11:00 WIB
- visibility 789
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anton mengaku sudah belajar silat sejak kecil. Dia memiliki empat guru kala itu. Bahkan, saat masih SMP, Anton mengatakan, sudah menjadi pendekar yang bisa menciptakan jurus sendiri.
“Dari kecil kita kan sudah belajar silat, saya punya empat guru,” kata Anton, Selasa (13/3/2018).
Empat jurus silat yang sudah dipelajari antara lain Pencak Silat Cianjur, Cikalong, Cimande dan Kung Fu. Anton mengaku lahir di lingkungan para pendekar.
Dengan jago silat, kata Anton, dia bisa sangat cinta dan mengenal budaya sunda. Hal itu penting, apalagi dia ingin menjadi pemimpin Jabar yang mayoritas masyarakatnya berbudaya Sunda.
“Saya terutama sangat cinta dengan budaya sunda. Ciri seorang yang istilahnya putra asli itukan dia minimal menguasai budaya-budaya daerah, walaupun sedikit ini menunjukan bahwa pasangan kami Hasanah betul-betul cinta dengan budaya Sunda,” tutur pensiunan jenderal polisi bintang dua ini.
Tak ada persiapan khusus melakukan silat ala Hasanah semalam. Apalagi, panitia menginformasikannya dadakan. Hanya saja setelah debat, dia merasa pegal-pegal. Maklum, sudah lama tidak melakukan silat. Jurus silat semalam, dinamakan Jurus Hasanah karena menonjolkan dua jari yang mana menjadi nomor pasangan Hasanah di Pilgub Jabar.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




