BMKG Peringatkan Risiko Banjir di Masa Peralihan Musim
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Banjir/Unsplash
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Indonesia saat ini tengah menghadapi periode krusial, yakni transisi dari kemarau menuju musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, di berbagai wilayah.
BMKG memproyeksikan puncak musim hujan akan terjadi lebih awal di sebagian besar Sumatra dan Kalimantan, yakni pada November hingga Desember 2025. Sementara itu, wilayah lain seperti Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua diperkirakan baru mengalami puncaknya pada Januari hingga Februari 2026.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa intensitas potensi bencana diperkirakan cukup tinggi pada periode tersebut.
“Dikhawatirkan dan sangat mungkin potensi kejadian bencana itu akan hampir sepanjang bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan dengan cara memantau informasi cuaca maupun peringatan dini dari BMKG melalui berbagai kanal resmi.
“Kami mohon untuk segera dilakukan aksi dini, minimal ya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat yang berada di daerah rawan,” tegasnya.
Selain peringatan ancaman, BMKG juga menyoroti peluang dari meningkatnya curah hujan. Menurut Dwikorita, jika dikelola dengan baik, air hujan dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan serta sektor pertanian.
- Penulis: Hasanah 014



