Cicadas Dengan Wajah Baru, PKL Semakin Tertata - Hasanah

Cicadas Dengan Wajah Baru, PKL Semakin Tertata

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana meresmikan proses penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas, Kota Bandung, atau PKL Cicadas Gaya Baru,

Sebanyak 602 pedagang akan ditata lapak dagangannya dari pertigaan Jalan Cikutra hingga Jalan Asep Berlian akan dibagi ke dalam lima ruas.

Pelaksanaan penataan PKL Cicadas atau PKL Cicadas gaya baru ini dilakukan secara bertahap.

“Alhamdulillah pedagang membongkar sendiri lapaknya, kami hanya memfasilitasi areanya saja. Setelah lapak dibongkar, ternyata beberapa trotoar rusak, maka kami langsung melakukan perbaikan trotoar yang membutuhkan waktu dua hari,” kata Yana Mulyana di Kawasan Cicadas Kota Bandung, Kamis (15/8/2019).

Pada Kamis (15/8/2019) malam ini, rencananya 30 lapak kembali akan dibongkar untuk ditata ulang. Pemkot Bandung meminta kepada pedagang yang lapaknya sudah ditata, agar menjaga kebersihan dan keindahan lapak yang diberikan oleh salah satu perusahaan swasta Indonesia itu.

“Semua biaya produksi lapak ditanggung oleh Telkomsel. Pedagang menerima manfaat dan menjaga barang yang ada. Jika kebersihan tidak dijaga, maka akan dikenakan sanksi dilarang berdagang selama tiga hingga tujuh hari,” kata Yana Mulyana.

PKL Cicadas Gaya Baru 1
PKL Cicadas Gaya Baru 1

Posisi lapak yang dihuni pedagang bervariasi, sebagai contoh ada empat tenda yang dihuni oleh delapan pedagang, dan harus menjaga komitmen terkait kebersihan.

Pemkot Bandung akan menyiapkan tempat sampah di sekitar lapak. Selain fasilitas tempat sampah, akan dibangun juga tempat duduk bagi pejalan kaki yang berpotensi menjadi calon pembeli.

Yana menambahkan, untuk rencana jangka panjang terhadap pedagang akan dilakukan relokasi, namun hal tersebut masih dalam perencanaan.

Wakil Wali Kota Bandung juga berpesan agar pedagang tidak lagi menambah tenda di sekitar lapak yang sudah ditata.

“Relokasi itu masih rencana jangka panjang. Kita bekerja bertahap, diselesaikan satu persatu. Jikapun relokasi, pedagang meminta agar lokasinya tidak jauh dari Cicadas,” katanya.

Suherman, Ketua PKL Cicadas juga merasa bersyukur atas penataan PKL Cicadas. Dari awal penataan, Suherman mengatakan bahwa prosesnya berjalan lancar.

“Kami bersyukur, semua berjalan lancar tidak seperti wilayah lainnya. Kami mendapat fasilitas tenda dan harapan ke depannya bisa meningkatkan perekonomian pedagang Cicadas. Kami akan berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan merawat lapak yang ada,” kata Suherman.

Terkait rencana PKL Cicadas menjadi salah satu lokasi wisata, Suherman berharap pihak terkait nantinya akan memberikan pelatihan kepada para pedagang di Cicadas.

PKL Cicadas Gaya Baru 2
PKL Cicadas Gaya Baru 2

Suherman sebagai perwakilan pedagang juga berjanji tidak akan menambah tenda di lokasi lapak yang sudah dibenahi.

Tentang retribusi, Suherman mengatakan bahwa setiap harinya, pedagang hanya dipungut biaya kebersihan Rp 1.000 dan biaya organisasi Rp 1.000. Hal ini disebutnya biaya retribusi termurah sedunia.

Nining (50) seorang pembeli yang diwawancarai Tribun Jabar, menyambut positif penataan tersebut. Alasannya, selama ini Ia melihat bahwa pegadang terlihat semrawut.

“Baguslah ada penataan, terlihat rapi , dan demi keindahan, saya pasti sepakat. Selain pembeli dagangan di sini, saya juga berjualan kacamata di depan,” kata wanita yang tinggal di Gang Nawawi, Cicadas, Kota Bandung.

Kedatangan Nining ke Pasar Cicadas untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari. Dalam bungkusan yang dipegangnya, terlihat beberapa butir telur ayam yang dibelinya dari seorang pedagang di Cicadas.

Selain itu, Engkar (55) seorang pedagang aksesoris yang sudah menempati lapak yang sudah ditata tersebut mengucapkan terimakasih banyak kepada Pemkot Bandung dan pihak lainnya yang mendukung penataan PKL Cicadas.

Wanita asal Jl Sukamenak, Cicadas tersebut, mengaku sudah 20 tahun menjadi PKL Cicadas, Kota Bandung. Proses jual beli dagangannya pun sudah bisa menggunakan aplikasi yang dikeluarkan Telkomsel.

Sebagai penutup, Yana Mulyana melakukan prosesi pemotongan tumpeng bersama perwakilan pedagang dan penyerahan gembok beserta kuncinya secara simbolis kepada pedagang yang menempati lapak yang sudah ditata.

Acara makan siang bersama juga dilakukan Yana Mulyana bersama ratusan pedagang dan pejabat Pemkot Bandung.

Total
0
Shares
Related Posts