Breaking News
Trending Tags

Pemerintah Gagal Benahi Dasar Ekonomi, Investor Khawatir

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 06:44 WIB
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Ekonom Dipo Satria Ramli menilai pemerintah belum menangani masalah struktural ekonomi yang menjadi akar ketidakstabilan makro.

Penilaian itu disampaikan Dipo dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Jumat, 26 Juni 2026, ketika ia mengkritik kebijakan yang dinilai hanya memperbaiki gejala sementara.

Dipo mengingatkan bahwa masalah struktural ekonomi terlihat dari tekanan nilai tukar yang kembali melemah dalam beberapa pekan terakhir.

Dipo menyebut bahwa beberapa minggu lalu rupiah sempat berada di kisaran Rp17.700-17.800, dan kini nilai tukar tersebut hampir mencapai Rp18.000.

Menurutnya, pola penanganan saat ini menunjukkan kecenderungan “jumawa” karena perbaikan sementara diklaim sebagai sukses.

Ia mengusulkan pemerintah meneladani kepemimpinan BJ Habibie yang dianggap mampu menurunkan beban nilai tukar melalui reformasi sistemik dan perbaikan tata kelola.

Dipo mengingatkan bahwa kelas menengah menghadapi tiga tekanan sekaligus: suku bunga naik, rupiah yang melemah lalu inflasi dari luar negeri.

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah membenahi ekspor secara bertahap sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Dalam penjelasannya, Dipo menggambarkan struktur sosial-ekonomi Indonesia seperti gelas anggur; orang kaya relatif banyak, kelas menengah lebih sedikit, dan kelompok miskin lebih banyak lagi.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less