Pangsa mobil listrik 26,3% dorong ketahanan energi
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 23:15 WIB
- visibility 136
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kemenperin: Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Penguatan industri kendaraan listrik disebut sebagai strategi kunci untuk memperkokoh ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan manufaktur nasional, menurut pernyataan resmi Kementerian Perindustrian.
Menurut Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, kebijakan ini dipandang penting menghadapi fluktuasi harga energi dan potensi gangguan pasokan minyak global.
Febri menekankan bahwa adopsi kendaraan listrik akan mengurangi ketergantungan pada BBM dan membantu pemerintah mengejar target Net Zero Emission (NZE).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat (26/6/2026).
Kementerian mencatat sampai Juni 2026 terdapat 91 produsen kendaraan listrik yang telah beroperasi di dalam negeri, mencakup roda dua, roda empat, dan kendaraan komersial.
Data pasar menunjukkan peningkatan minat konsumen, di mana pangsa pasar gabungan HEV, PHEV, dan BEV untuk roda empat mencapai sekitar 26,3 persen pada periode Januari–April 2026.
Febri menyebutkan bahwa pertumbuhan ini juga tercermin pada peningkatan produksi BEV yang melonjak dari 1.082 unit pada 2021 menjadi 23.934 unit pada 2025.
Sementara itu, produksi HEV dan PHEV tercatat sebesar 103.486 unit pada 2025, menurut catatan Kemenperin.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



