Breaking News
Trending Tags

Produktivitas pekebun sawit di bawah 60% perlu Nexus Baru

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 05:38 WIB
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Prof. Hariyadi menegaskan bahwa fokus pada intensifikasi lahan menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan nasional.

Pernyataan itu disampaikan dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada Sabtu, 27 Juni 2026, saat ia menguraikan kelemahan pendekatan ekstensifikasi tanpa dukungan input yang memadai.

Menurut Prof. Hariyadi, produktivitas pekebun rakyat saat ini masih berada di bawah 60 persen dari potensi, sehingga intensifikasi lahan harus didorong dengan penyediaan benih unggul dan pupuk yang tepat.

Ia menekankan pentingnya penerapan good agricultural practices (GAP) sebagai kerangka teknis untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Salah satu aspek GAP yang dibahas adalah prinsip “5 Tepat” dalam pemupukan untuk memastikan penggunaan nutrisi yang efektif dan hemat biaya.

Prinsip “5 Tepat” meliputi tepat jenis, dosis, tempat, waktu, dan cara aplikasi.

Dalam orasinya, Prof. Hariyadi juga menyoroti peluang nilai tambah dari limbah kelapa sawit.

Jenis limbah yang disebut antara lain pelepah, tandan kosong (TKKS), cangkang, serat, dan limbah cair pabrik (POME).

Potensi pemanfaatan mencakup sumber energi terbarukan, bahan pakan ternak, serta bahan baku pupuk organik.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less