Breaking News
Trending Tags

Utang RI Diprediksi Tembus Rp10.600 Triliun Akhir 2026

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026 12:53 WIB
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah memperkirakan defisit APBN akan melebar pada 2026, dari target awal Rp689,1 triliun menjadi Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap PDB.

Perkiraan tersebut tercantum dalam Laporan Semester I/2026 yang menjadi dasar outlook fiskal tahun ini.

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai perubahan proyeksi memperlihatkan tekanan pembiayaan yang signifikan akibat melebarya defisit APBN.

Dalam APBN 2026, pembiayaan anggaran awal ditetapkan sebesar Rp689,15 triliun.

Komposisi pembiayaan pada rencana awal mencatat pembiayaan utang neto Rp832,21 triliun dan pembiayaan nonutang Rp143,06 triliun.

Namun pemerintah melaporkan outlook baru kepada Komisi XI DPR yang memperkirakan kebutuhan pembiayaan anggaran meningkat menjadi Rp734,32 triliun.

Dalam outlook itu, pembiayaan utang neto dinaikkan menjadi Rp868,12 triliun.

Sementara pembiayaan nonutang direvisi turun menjadi Rp133,8 triliun.

Awalil mencatat adanya pergeseran sumber pembiayaan antara SBN dan pinjaman luar negeri.

Pemerintah memprakirakan pembiayaan utang melalui SBN (neto) justru turun menjadi Rp736,57 triliun dari rencana Rp799,53 triliun.

Sebagai kompensasi, pinjaman luar negeri (neto) diproyeksikan melonjak menjadi Rp137,50 triliun dari rencana awal Rp39,21 triliun.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less