Nikkei 225 naik 0,28% seiring ketegangan geopolitik Timteng
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026 09:43 WIB
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bursa Asia Menguat, Pasar Waspadai Dampak Geopolitik Timteng
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Senin, 13 Juli 2026, setelah gelombang aksi militer antara Amerika Serikat dan Iran dan pengumuman penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.
Pergerakan awal mencerminkan kecemasan dan harapan di pasar; pasar saham Asia-Pasifik bereaksi terhadap risiko geopolitik yang meningkat.
Investor menunjukkan sikap berhati-hati namun tetap membeli di beberapa bursa regional, sehingga pasar saham Asia-Pasifik mencatat penguatan tipis pada sesi pembukaan.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,28 persen pada pembukaan perdagangan.
Indeks Topix Jepang menguat 0,72 persen, menandakan permintaan saham-saham domestik yang lebih luas.
Di Korea Selatan, Kospi bertambah 0,58 persen setelah sentimen global membaik sedikit.
Indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq melesat 1,84 persen, menonjolkan minat investor terhadap saham teknologi dan pertumbuhan.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak datar pada pembukaan, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar regional.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran meningkatkan kekhawatiran atas pasokan minyak dunia dan potensi kenaikan harga energi.
Pelaku pasar kini memantau dampak langsung pada arus perdagangan dan biaya pengiriman minyak global.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




