Koperasi Pondok Pesantren catat volume usaha Rp3,5 triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 08:47 WIB
- visibility 109
- comment 0 komentar
- print Cetak

Koperasi Pondok Pesantren Mampu Jadi Motor Ekonomi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Fokus dukungan diarahkan juga pada penguatan Koperasi Sekunder MPDI yang baru diluncurkan agar koperasi primer di bawahnya dapat tumbuh lebih sehat.
Program ini menargetkan keberlanjutan modal, peningkatan kapasitas manajerial, dan perluasan akses pasar bagi anggota koperasi.
Pemerintah menekankan pentingnya integrasi digital agar koperasi dapat beroperasi lebih efisien dan bersaing secara nasional maupun internasional.
Perbaikan manajemen profesional dan tata kelola yang transparan menjadi syarat agar peluang pasar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Rencana pembinaan melibatkan forum koordinasi untuk merumuskan langkah-langkah nyata dalam mengembangkan koperasi berbasis pesantren.
Langkah-langkah tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal dan memperluas lapangan usaha bagi komunitas pesantren.
LPDB juga diproyeksikan melakukan pemantauan berkala terhadap penggunaan dana bergulir dan capaian pembinaan untuk hasil yang terukur.
Perbaikan praktik tata kelola di lapangan diharapkan membuka akses pembiayaan yang lebih besar dan kemitraan pasar baru.
Jika mendapat kebijakan dan pembiayaan yang berkelanjutan, Koperasi Pesantren berpeluang memperkuat ekosistem UMKM nasional.
Koordinasi antara kementerian, LPDB, dan pelaku koperasi di daerah menjadi kunci untuk mewujudkan target pertumbuhan tersebut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



