KDKMP dorong UMKM Lombok naik kelas lewat pembiayaan LPDB 6%
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 13:13 WIB
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Kopdes Dorong Pendapatan Lokal
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peran kedua difokuskan pada fungsi agregator produk lokal yang memfasilitasi konsolidasi produksi agar barang daerah memiliki daya saing dan jangkauan pasar lebih luas.
Menyikapi persoalan pembiayaan, Farida menjelaskan adanya fasilitas kredit dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan suku bunga sangat ringan yakni 6 persen per tahun bagi UMKM anggota koperasi.
Skema pembiayaan tersebut dimaksudkan untuk memberi ruang bagi peningkatan kapasitas produksi, pengadaan mesin atau peralatan baru, serta penguatan modal kerja pelaku usaha mikro dan kecil.
Selain akses modal, koperasi juga berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi pasar sehingga pelaku UMKM dapat membentuk strategi pemasaran yang lebih efektif.
Di tengah fluktuasi harga komoditas global, Farida mendorong pelaku usaha mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal untuk meningkatkan ketahanan usaha dan mengurangi ketergantungan impor.
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menekankan pentingnya swasembada pangan; kebijakan pembatasan impor dilihat sebagai bentuk perlindungan bagi produk UMKM nasional.
Farida juga mengajak pelaku UMKM Lombok untuk mengincar pasar ekspor, mencontoh koperasi daerah lain yang telah menembus Malaysia dan Singapura, dan berkoordinasi dengan Smesco serta Kementerian Perdagangan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



