Breaking News
Trending Tags

Emas Anjlok 11% Kuartal II Terdampak Kebijakan Hawkish Fed

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 08:24 WIB
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah kebijakan semacam itu dipandang sebagai upaya mempercepat normalisasi kebijakan moneter dan dapat mengubah aliran likuiditas yang selama ini mendukung aset-aset tanpa kupon.

Sementara emas menghadapi tekanan, harga perak justru menunjukkan pemulihan menuju 60 Dolar AS per ons.

Perak bangkit dari posisi terendah tujuh bulan pada 24 Juni di angka 57 Dolar AS per ons, didukung oleh prospek permintaan industri yang kuat.

Kenaikan harga perak mendapat dorongan dari reli saham produsen chip dan pengembang pusat data selama dua sesi berturut-turut, seiring investasi jangka panjang pada kapasitas komputasi global.

Sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) diproyeksikan meningkatkan kebutuhan perak karena sifat konduktifnya yang tinggi, menambah aspek permintaan nyata di luar fungsi sebagai aset safe haven.

Namun ruang penguatan perak tetap terbatas oleh arah suku bunga; proyeksi FOMC untuk tingkat yang ketat sepanjang tahun ini membatasi daya tarik aset tanpa kupon.

Pasar pendapatan tetap juga menghadapi risiko volatilitas seiring kampanye Warsh untuk mengurangi neraca bank sentral, sebuah langkah yang dapat mengubah tren devaluasi pada akhir 2025.

Investor kini harus menimbang antara potensi teknikal permintaan industri—terutama untuk perak dalam ekosistem AI—dan tekanan makro dari kebijakan moneter AS terhadap seluruh kelas logam mulia.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less