Emas Anjlok 11% Kuartal II Terdampak Kebijakan Hawkish Fed
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 08:24 WIB
- visibility 119
- comment 0 komentar
- print Cetak

Harga Emas Terendah 8 Bulan Akibat Kebijakan Ketat The Fed
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Para pelaku pasar memperkirakan logam mulia akan anjlok hingga 11 persen pada kuartal kedua, menandai salah satu kinerja kuartalan terburuk dalam beberapa dekade.
Konsensus ini dipicu oleh penguatan Dolar AS yang mendorong pergeseran permintaan ke aset berbunga seperti Treasury, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia sebagai penyimpan nilai.
Sentimen hawkish dari mayoritas anggota FOMC dan data ekonomi Amerika Serikat yang solid, termasuk lonjakan data JOLTS, semakin menekan prospek logam mulia di pasar global.
Data lowongan pekerjaan JOLTS melonjak ke level tertinggi dua tahun, sementara pasar memantau laporan non-farm payroll untuk Juni yang diperkirakan menunjukkan kenaikan signifikan.
Angka inflasi inti yang masih menjauh dari target dua persen The Fed memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka pendek.
Peralihan modal investor ke surat utang AS didorong oleh penawaran kupon yang lebih menarik dibandingkan imbal hasil yang tersedia dari logam mulia.
Tekanan terhadap harga emas diperkirakan berlanjut setelah Ketua The Fed, Warsh, membentuk kelompok kerja untuk mengevaluasi pengurangan neraca bank sentral sebagai persiapan kemungkinan penjualan obligasi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




