Kenaikan Pertamax Sumbang 0,25% ke Inflasi RI 3,34%
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 09:07 WIB
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

Harga Energi Global Tetap Menentukan Arah Inflasi RI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Bank Indonesia memperkirakan kenaikan harga Pertamax akan menyumbang sekitar 0,25 persen terhadap inflasi pada Juni 2026, kata Deputi Gubernur Aida S. Budiman.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar secara virtual pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam konteks penyesuaian energi, Aida menegaskan bahwa perkembangan harga Pertamax pada bulan tersebut merupakan salah satu faktor yang menambah tekanan terhadap harga domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Inflasi bulanan tercatat 0,04 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,79 persen, menurut data BPS.
Dalam komposisi penyumbang, kelompok transportasi menjadi pendorong utama dengan andil 0,28 persen.
BPS menyebut bensin menyumbang 0,21 persen dari inflasi bulan itu, seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan dua kali pada bulan Juni 2026.
Penyesuaian harga itu dilakukan pada 1 Juni untuk Pertamax Turbo dan pada 10 Juni untuk Pertamax.
Aida juga mencatat adanya pergerakan berbeda antarproduk, di mana beberapa BBM nonsubsidi naik seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, sementara Dexlite dan Pertamax Dex mengalami penurunan harga.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



