B50 hentikan impor solar, Indonesia hemat Rp170 triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 11:15 WIB
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Keputusan pemerintah menghentikan impor solar dan beralih pada campuran biodiesel dianggap membuka peluang besar bagi stabilitas fiskal melalui penerapan B50.
Ekonom Universitas Negeri Manado, Robert Winerungan, menilai bahwa kebijakan tersebut memangkas kebutuhan devisa yang selama ini terserap untuk impor BBM dan pembayaran utang.
Robert menggarisbawahi efektivitas B50 dalam menghemat anggaran devisa, serta menyarankan agar penghematan itu diarahkan untuk penguatan kapasitas teknologi dan peningkatan produktivitas nasional.
Menurut Robert, penghapusan impor solar memungkinkan alokasi ulang dana yang selama ini keluar negeri menjadi sumber investasi dalam negeri.
Robert mengatakan bahwa angka penghematan mencapai Rp170 triliun yang setara sekitar 9,5 miliar Dollar Amerika, sebuah ruang fiskal yang signifikan bagi prioritas pembangunan lain.
Pakar ekonomi energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menyoroti peran strategis industri kelapa sawit dalam menyerap tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan pedesaan sekaligus menyumbang devisa.
Yayan memperingatkan bahwa peningkatan penggunaan biodiesel sampai B50 mesti didukung oleh ekosistem bahan baku yang berkelanjutan agar manfaat ekonominya tidak berbalik menjadi tekanan lingkungan atau pasokan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



