B50 hentikan impor solar, Indonesia hemat Rp170 triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 11:15 WIB
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia merekomendasikan perbaikan mekanisme pungutan, penerapan katup pengaman untuk pencampuran, serta diversifikasi ke bahan baku limbah sambil melindungi sektor pangan melalui Harga Eceran Tertinggi alih-alih kuota ekspor.
Yayan menekankan pula pentingnya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat melalui program peremajaan tanpa membuka lahan baru sebagai sumber pasokan yang stabil.
Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 disebutnya sebagai pedoman yang mengakui ketergantungan jalur pencampuran pada kesiapan pembiayaan, bahan baku, dan infrastruktur.
Dengan dukungan pembiayaan dan infrastruktur memadai, Yayan menilai B50 berpotensi menjadi instrumen ketahanan energi yang dapat ditanggung secara fiskal dan lingkungan oleh Indonesia.
Pada pidato kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia mulai mewujudkan swasembada energi melalui produksi diesel berbasis minyak kelapa sawit.
Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan yang berlaku sejak 1 Juli 2026 ini membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dan telah menghasilkan penghematan devisa senilai Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar Dollar Amerika.
Pemangku kepentingan diminta segera memperkuat pembiayaan, produktivitas, dan infrastruktur untuk memastikan transisi ini berkelanjutan dan berdampak luas bagi perekonomian.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



