Breaking News
Trending Tags

Dolar AS menguat ke DXY 101,41 jelang data NFP

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 09:45 WIB
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Kurs Dolar AS menutup perdagangan di pasar uang New York pada Rabu, 1 Juli 2026, dalam posisi menguat setelah pekan yang dipengaruhi oleh spekulasi kebijakan moneter dan data ketenagakerjaan yang akan datang.

Penguatan Kurs Dolar AS didorong oleh meningkatnya probabilitas pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September, yang diperkirakan mencapai sekitar 66 persen.

Pergerakan ini juga dipicu oleh antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data ketenagakerjaan AS (NFP) yang dinilai krusial untuk arah suku bunga ke depan serta volatilitas pasar valuta.

Indeks DXY, indikator nilai tukar Dolar AS terhadap enam mata uang utama, naik 0,17 persen dan tercatat pada level 101,41 pada penutupan perdagangan.

Namun, lonjakan awal Dolar sempat tertahan setelah pernyataan Chairman Fed Kevin Warsh yang menyebut bahwa ekspektasi dan risiko inflasi telah mereda dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan tekanan inflasi menurut pernyataan tersebut memicu moderasi sentimen hawkish di kalangan pelaku pasar.

Pada sesi yang sama, Yen Jepang sempat terpukul hingga mencapai titik terendah dalam 40 tahun sebelum akhirnya kembali stabil di sekitar 162,56 per Dolar AS.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less