Breaking News
Trending Tags

Brent turun 1,9% jadi US$71,57 seiring optimisme AS-Iran

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 10:23 WIB
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pasar bereaksi cepat setelah sinyal meredanya ketegangan di Timur Tengah yang menurunkan harga minyak Brent dan mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan global.

Pergerakan ini tercermin jelas pada harga minyak Brent pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, waktu AS; harga turun 1,9 persen menjadi 71,57 Dolar AS per barel.

Sepanjang Juni, harga minyak Brent juga mengalami tekanan tajam dengan penurunan sekitar 21 persen, mencatat koreksi bulanan terdalam sejak Maret 2020.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS melemah 1,3 persen ke 68,58 Dolar AS per barel pada penutupan yang sama.

Performa WTI selama Juni menunjukkan penurunan lebih dari 20 persen, menandai kinerja bulanan terburuk sejak akhir 2021.

Ketidakpastian mereda setelah pernyataan politikus AS tentang perkembangan pembicaraan yang dinilai positif oleh pasar.

Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran memberikan sinyal baik dan mengatakan, “Sejauh ini, denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita akan lihat hasilnya…”

Pembicaraan itu berlangsung di Doha, Qatar, melalui jalur tidak langsung antara pihak AS dan Iran.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less