Nonfarm payrolls AS 57.000 tekan Dolar AS, Yen Menguat
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 09:50 WIB
- visibility 86
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dolar AS Tertekan, Yen Menguat Di Tengah Ketidakpastian
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Data terbaru menunjukkan penambahan tenaga kerja AS pada Juni tercatat hanya 57.000, mengubah sentimen pasar global terkait kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Angka penambahan tenaga kerja AS itu jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000 dan memicu koreksi cepat di berbagai aset berisiko.
Para analis juga menilai bahwa penambahan tenaga kerja AS yang lemah belum otomatis menandakan masuknya ekonomi ke jurang resesi.
Reaksi pasar langsung terlihat pada prospek kebijakan moneter The Fed.
Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun signifikan, dari sekitar 67 persen menjadi 54 persen.
Indeks Dolar AS (DXY) merosot dan sempat mencapai level 100,83.
Di tengah pelemahan pasar tenaga kerja, sektor rekreasi dan perhotelan disebut-sebut menjadi penyumbang utama penurunan sementara.
Sifat musiman pada lapangan kerja di sektor tersebut dinilai menimbulkan distorsi pada angka agregat.
Sementara itu, investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan tetap menjadi magnet modal bagi pasar AS dalam jangka menengah.
Aliran modal yang diarahkan ke AI diharapkan menopang permintaan aset berisiko meski data tenaga kerja melemah.
Pergerakan nilai tukar juga menyita perhatian pelaku pasar internasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




