Pertamina pertahankan harga Pertamax Rp16.250 per liter
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026 04:15 WIB
- visibility 122
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemerintah Tahan Harga Pertamax, Tekan Risiko Inflasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Model ekonomi yang dipaparkan oleh Yayan Satyakti menunjukkan bahwa keputusan mempertahankan harga Pertamax di level Rp16.250 per liter bukanlah langkah acak, melainkan hasil perhitungan yang bisa diprediksi.
Menurut Yayan, keputusan ini berakar pada strategi penyeimbangan harga yang selama ini diterapkan oleh Pertamina sehingga fluktuasi internasional tidak langsung merebak ke pasar domestik.
Dalam penjelasannya, Yayan menegaskan bahwa faktor utama yang mempengaruhi keputusan tersebut adalah formula penetapan harga dan perilaku perusahaan, sehingga isu terkait harga Pertamax harus dipahami dalam kerangka tersebut.
Yayan Satyakti, Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad), menyampaikan keterangan ini yang diterima di Jakarta pada Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa ketika Pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 pada Juni lalu, langkah itu menutup celah akibat lonjakan harga produk BBM dunia yang sempat tinggi.
Strategi itu, menurut Yayan, merupakan bentuk price smoothing dimana Pertamina sempat menyerap kerugian pada puncak harga global agar dampak terhadap konsumen tidak langsung tajam.
Dengan meredam penurunan harga saat pasar global membaik, perusahaan mampu memulihkan margin yang sempat terkikis tanpa menurunkan banderol Pertamax secara langsung.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




