OJK: Literasi Digital Tangkal Penipuan AI pada Konsumen
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026 08:14 WIB
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

AI Dipakai Menipu, OJK: Literasi Digital Lindungi Pasar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Untuk menanggulangi ancaman ini, OJK dan Satgas PASTI mengintensifkan program edukasi konsumen yang menitikberatkan pada langkah preventif sederhana.
Pertama, verifikasi ekstra: jangan langsung percaya pada panggilan atau pesan mendesak; cek ulang melalui jalur lain.
Kedua, proteksi data mandiri: selalu jaga kerahasiaan data pribadi agar tidak mudah dikloning oleh teknologi.
Ketiga, kenali pola: latih kepekaan terhadap tanda-tanda kejanggalan dalam setiap komunikasi digital.
Satryo Suryantoro, Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, menyatakan bahwa respons efektif membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah dan penegak hukum diminta merumuskan regulasi tegas dan menindak pelaku, sementara dunia pendidikan dan media diperankan untuk memperluas literasi teknologi.
Pelaku usaha dan komunitas juga diimbau menyediakan platform yang aman serta memperkuat proteksi data konsumen mereka.
Pada akhirnya, kekuatan utama melawan ancaman tetap berada pada masyarakat luas dengan menjadi pengguna internet yang kritis, cakap digital, dan tidak mudah panik saat menghadapi modus penipuan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




