Breaking News
Trending Tags

IHSG Menguat, Inflasi 3,34% dan Defisit US$1,61M Tekan BI

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026 08:52 WIB
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Tekanan inflasi domestik dan defisit perdagangan memaksa otoritas tetap waspada terhadap arah kebijakan moneter meski sentimen global mendorong aliran modal ke aset berisiko.

Inflasi Juni tercatat 3,34 persen secara tahunan, dan defisit neraca perdagangan Mei mencapai 1,61 miliar Dolar AS, dua kondisi yang mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter.

Bank Indonesia memilih sikap defensif untuk sementara, menimbang risiko dari kombinasi faktor eksternal dan domestik dalam mengambil keputusan kebijakan moneter.

Lingkungan global pekan lalu memberi sinyal beragam bagi investor internasional.

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan perlambatan; tingkat pengangguran turun tipis ke 4,2 persen namun penciptaan lapangan kerja nonfarm payrolls hanya 57.000, jauh di bawah ekspektasi 110.000.

Ketidakpastian data tenaga kerja AS meredam keyakinan pasar terhadap kenaikan suku bunga agresif oleh The Fed.

Inflasi Zona Euro melandai ke 2,8 persen secara tahunan, mencerminkan stabilitas harga yang lebih besar di kawasan tersebut.

Indikator manufaktur China (NBS) kembali ke zona ekspansif pada level 50,3, sementara Jepang masih berjuang dengan pemulihan daya beli rumah tangga yang lambat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less