Breaking News
Trending Tags

Neraca perdagangan defisit; ekspor nonmigas US$110,19 miliar

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026 14:34 WIB
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pakar ekonomi menilai transformasi struktur ekspor menjadi kunci utama untuk memperkuat ketahanan neraca perdagangan Indonesia setelah catatan defisit terbaru.

M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menekankan pentingnya transformasi struktur ekspor dalam meredam dampak fluktuasi harga komoditas global.

Menurut Rizal, transformasi struktur ekspor diperlukan agar perdagangan luar negeri tidak lagi mudah terpukul oleh turunnya harga komoditas atau lonjakan impor energi.

Data resmi menunjukkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit yang sekaligus memutus tren surplus selama 72 bulan sejak Mei 2020.

Rizal menjelaskan kondisi ini mencerminkan ketergantungan yang masih tinggi pada komoditas primer dan volatilitas pasar internasional.

Ia menyoroti bahwa sektor nonmigas tetap dominan, dengan kontribusi ekspor mencapai 110,19 miliar dolar AS atau sekitar 95,5 persen dari total ekspor pada periode Januari-Mei 2026.

Untuk memperkuat ekspor, Rizal menyarankan pergeseran dari barang mentah ke produk bernilai tambah melalui kebijakan hilirisasi dan insentif manufaktur.

Produk hilirisasi yang disebut memiliki prospek kuat meliputi olahan nikel, produk besi dan baja, serta aluminium semi-finished.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less