Astra kuasai 56% pasar mobil, Menperin diminta periksa emisi
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026 22:12 WIB
- visibility 157
- comment 0 komentar
- print Cetak

Astra Ditegur Soal Emisi, Menperin Didesak Pertegas Regulasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Forum Asta Cita Center menuntut evaluasi menyeluruh atas transformasi industri otomotif yang dinilai berjalan tanpa pengawasan memadai dari regulator dan pemangku kepentingan.
Pengamat Kebijakan Publik Forum Asta Cita Center, Rudi Banu Wibowo, menegaskan perlunya penjelasan resmi dari pelaku pasar besar terkait rencana bisnis untuk mendukung transformasi industri otomotif.
Rudi mengingatkan bahwa target penurunan emisi dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) pada 2030 terancam jika transformasi industri otomotif tidak dipercepat.
Menurut pernyataan Rudi, sektor transportasi menyumbang sekitar 11,7 persen dari total emisi gas rumah kaca nasional.
Sebagian besar emisi itu berasal dari kendaraan berbahan bakar fosil yang masih dominan di jalanan Indonesia.
Data pasar menunjukkan bahwa sepanjang 2024 PT Astra International mencatat penjualan sekitar 483 ribu mobil yang menguasai sekitar 56 persen pasar nasional.
Sementara itu melalui PT Astra Honda Motor, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 4,9 juta unit dengan pangsa pasar sekitar 78 persen pada tahun yang sama.
Proyeksi untuk 2025 memperkirakan Astra tetap menguasai pasar mobil nasional sekitar 51 persen dengan penjualan kira-kira 410 ribu unit.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




