PU percepat SPAM Aceh dengan kontrak Rp516,59 miliar
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 03:25 WIB
- visibility 53
- comment 0 komentar
- print Cetak

Percepatan SPAM Aceh Pulihkan Layanan Air Minum Dan Ekonomi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan SPAM pascabencana di Provinsi Aceh untuk segera memulihkan layanan air minum bagi masyarakat terdampak.
Percepatan penanganan SPAM pascabencana terus menunjukkan kemajuan hingga awal Juli 2026 dengan pelaksanaan sejumlah paket proyek di beberapa kabupaten.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan SPAM pascabencana difokuskan tidak hanya pada kecepatan tetapi juga pada kualitas agar hasil pemulihan lebih tangguh dan berkelanjutan.
Salah satu paket utama ditangani oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan nilai kontrak Rp516,59 miliar.
Hingga 1 Juli 2026, paket ini melaporkan progres fisik sebesar 37,59%.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan empat sistem SPAM, pembangunan lima sumur bor dangkal dan 25 sumur bor dalam, tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas total 250 liter per detik (Lps), serta satu titik tapping jaringan PDAM.
Kontraktor mempercepat pelaksanaan dengan menambah tenaga kerja dan jam kerja, mempercepat proses engineering dan persetujuan desain secara paralel, serta memanfaatkan struktur baja dan prefabrikasi komponen IPA baja disertai penambahan alat berat berupa crane.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



