Wamenko dorong teknologi, BPS: produksi jagung 1,38 juta ton
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 04:03 WIB
- visibility 71
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wamenko Pangan: Teknologi Dongkrak Produksi Jagung Nasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Teknologi diposisikan sebagai pintu utama untuk mewujudkan swasembada jagung di tingkat nasional.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menekankan urgensi inovasi tersebut saat menghadiri panen raya jagung yang digelar Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Hanif menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi harus menjadi inti strategi demi mempercepat capaian swasembada jagung.
Menurutnya, peningkatan luas lahan saja tidak cukup tanpa transfer teknologi dan dukungan kapasitas bagi petani.
Data Badan Pusat Statistik menunjukan luas panen jagung pipilan nasional pada Januari 2026 mencapai 0,24 juta hektare.
Angka tersebut tumbuh 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada periode yang sama diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, naik 11,09 persen.
Ponorogo disebut sebagai salah satu daerah strategis untuk mendukung target swasembada jagung nasional.
Pada 2025, Kabupaten Ponorogo memiliki luas panen sekitar 39.046 hektare dengan produksi 284.242 ton.
Produktivitas rata-rata tercatat 7,28 ton per hektare di wilayah tersebut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



