Breaking News
Trending Tags

PKS nilai defisit APBN Rp670,34 triliun ancam fiskal negara

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 06:33 WIB
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Fraksi PKS menegaskan bahwa keberhasilan APBN 2025 harus diukur dari dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar besaran realisasi belanja pemerintah.

Penegasan itu disampaikan oleh Anis Byarwati, anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, saat membacakan pandangan fraksi terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025 dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (7/7/2026).

Menurut Fraksi PKS, orientasi kebijakan fiskal dalam APBN 2025 perlu bergeser ke arah result-oriented sehingga setiap alokasi anggaran menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat.

Fraksi PKS mencatat pertumbuhan ekonomi 5,11 persen pada tahun anggaran tersebut namun menilai upaya penciptaan lapangan kerja dan pemerataan daya beli masih harus dipercepat.

Realisasi pendapatan negara dilaporkan sebesar Rp2.765 triliun atau 92,01 persen dari target, kondisi yang menurut fraksi menunjukkan tantangan signifikan pada kinerja penerimaan negara.

Penurunan penerimaan sekitar 3 persen dibanding tahun sebelumnya dan tax ratio yang hanya mencapai 9,31 persen dibanding target 10,45 persen mendorong Fraksi PKS meminta reformasi tata kelola serta administrasi perpajakan.

“Pemerintah perlu memperkuat integritas, memperluas basis pajak, serta meningkatkan efektivitas sistem penerimaan negara agar ruang fiskal semakin sehat dan berkelanjutan,” ujar Anis Byarwati.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less