PKS nilai defisit APBN Rp670,34 triliun ancam fiskal negara
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 06:33 WIB
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

PKS Soroti Kualitas Pertumbuhan Dan Kesinambungan Fiskal RI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Fraksi PKS juga menyoroti pelebaran defisit dan kenaikan beban utang sebagai risiko terhadap kesinambungan fiskal.
Realisasi defisit APBN 2025 tercatat Rp670,34 triliun atau 2,81 persen terhadap PDB, melampaui target awal sebesar 2,53 persen.
Di sisi lain, defisit keseimbangan primer melebar menjadi Rp155,94 triliun, jauh di atas target Rp63,33 triliun, yang menurut fraksi menandakan pendapatan belum mampu membiayai belanja non-bunga utang.
Fraksi PKS menggarisbawahi pentingnya meningkatkan efektivitas belanja negara yang tercatat Rp3.435 triliun sehingga alokasi tersebut benar-benar menurunkan angka kemiskinan dan memperluas kesempatan kerja.
Fraksi memberikan apresiasi atas realisasi belanja bantuan sosial yang mencapai 131,10 persen sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.
Namun Fraksi PKS menyatakan keprihatinan karena realisasi anggaran pendidikan baru mencapai Rp656 triliun atau 19,11 persen dari total belanja negara, padahal konstitusi mewajibkan alokasi pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN.
Penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa dibanding tahun sebelumnya juga mendapat sorotan, dengan permintaan agar layanan publik di daerah tidak tergerus, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




