Obligasi negara makin diminati mendorong pembiayaan APBN
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 14:11 WIB
- visibility 111
- comment 0 komentar
- print Cetak

Obligasi Negara Kian Diminati, Dampak Pada Pembiayaan APBN
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Produk untuk investor institusi biasanya berjangka panjang dan dipilih oleh bank, perusahaan asuransi, serta dana pensiun.
Contoh instrumen untuk institusi adalah FR (Fixed Rate) dan PBS (Project-Based Sukuk).
Pemerintah juga menyediakan produk ritel yang dapat dibeli masyarakat umum dengan mekanisme dan likuiditas yang berbeda.
SBR (Savings Bond Ritel) adalah obligasi konvensional yang tidak diperdagangkan di pasar sekunder dan menawarkan kupon mengambang dengan batas bawah.
ORI (Obligasi Negara Ritel) dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa holding period berakhir dan sesuai bagi yang membutuhkan pendapatan rutin.
SR (Sukuk Ritel) merupakan instrumen syariah berakad ijarah dengan kupon tetap dan dapat diperdagangkan setelah masa holding period.
ST (Sukuk Tabungan) adalah versi syariah dari SBR dengan kupon mengambang yang memiliki batas bawah dan tidak diperdagangkan di pasar sekunder.
Kelebihan obligasi negara meliputi imbal hasil yang umumnya lebih tinggi dibandingkan rata-rata deposito dan potensi penerimaan kupon secara berkala.
Investor juga berpeluang memperoleh capital gain apabila menjual di pasar sekunder dengan harga lebih tinggi dari harga beli.
Selain itu, beberapa jenis obligasi dapat dijadikan agunan untuk pengajuan fasilitas pembiayaan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




