Breaking News
Trending Tags

Defisit APBN 2026 tercatat Rp734,3T atau 2,85% dari PDB

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 16:05 WIB
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah mengumumkan adanya peningkatan defisit APBN 2026 yang diproyeksikan menembus Rp734,3 triliun pada akhir tahun anggaran.

Perkiraan terakhir menunjukkan defisit APBN 2026 setara 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sebelumnya, defisit awal dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB, menurut data kementerian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pelebaran defisit terutama disebabkan oleh percepatan penyaluran belanja negara yang melampaui target.

Kementerian Keuangan memproyeksikan realisasi belanja negara mencapai Rp3.942,4 triliun atau setara 102,6 persen dari pagu awal Rp3.842,7 triliun.

Percepatan ini lebih terlihat pada belanja pemerintah pusat yang diperkirakan tersalurkan sebesar Rp3.245,5 triliun pada akhir tahun, atau 103 persen dari target Rp3.149,7 triliun.

Rincian alokasi menunjukkan belanja kementerian/lembaga (K/L) diperkirakan mencapai Rp1.630,4 triliun, yaitu 107,9 persen dari pagu Rp1.510,5 triliun.

Sementara belanja non-K/L diproyeksikan sekitar Rp1.615,1 triliun atau 98,5 persen dari pagu Rp1.639,2 triliun.

Transfer ke daerah diperkirakan hampir memenuhi target, yakni Rp696,9 triliun atau 100,6 persen dari pagu Rp693 triliun.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less