Breaking News
Trending Tags

Brent US$76,01 dan WTI US$71,41 Naik Mingguan Picu Inflasi

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026 12:00 WIB
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – harga minyak mencatat pelemahan pada akhir pekan perdagangan setelah eskalasi ketegangan di kawasan Teluk memicu kekhawatiran pasar.

Perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, waktu AS, memperlihatkan kontrak Brent turun 0,4 persen dan ditutup di 76,01 Dolar AS per barel.

harga minyak juga tercermin dari pelemahan West Texas Intermediate (WTI) yang turun sekitar 0,93 persen menjadi 71,41 Dolar AS per barel.

Penurunan pada sesi terakhir pekan itu terjadi meski pergerakan mingguan menunjukkan tren kenaikan.

Lonjakan risiko pasokan menjadi pendorong utama sentimen pasar.

Ketegangan muncul setelah bentrokan antara AS dan Iran, yang kembali memicu perhatian investor terhadap stabilitas pasokan energi global.

Insiden tersebut turut mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis pengiriman minyak dunia.

Gangguan di jalur itu meningkatkan probabilitas terganggunya pasokan laut sehingga menahan laju penurunan harga.

Pelaku pasar menilai bahwa potensi gangguan pasokan di Teluk dapat menjadi faktor pemicu volatilitas lebih lanjut pada pasar minyak mentah.

Kenaikan mingguan mencerminkan kepekaan investor terhadap risiko geopolitik dan implikasinya pada ketersediaan energi global.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less