PLTS 100 GW di Bali menarik investasi US$73 miliar
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 17:40 WIB
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dampak Ekonomi PLTS 100 Gigawatt di Bali: Peluang dan Tantangan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa program PLTS 100 Gwp akan membawa manfaat ekonomi meskipun membutuhkan investasi besar.
Peluncuran program PLTS 100 Gwp dilaksanakan di Bali pada Selasa, 25 Agustus 2026, dan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menjelaskan total investasi untuk program PLTS 100 Gwp diperkirakan mencapai kurang lebih 73 miliar Dolar AS, atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih.
Menurut Bahlil, pengembangan energi baru terbarukan bukan pemborosan karena memberi dampak ekonomi langsung.
Penghematan subsidi energi diproyeksi mencapai sekitar 73,9 triliun rupiah setiap tahun jika proyek ini berjalan sesuai rencana.
Pembangunan PLTS juga diperkirakan membuka kesempatan kerja dalam jumlah besar, dengan estimasi sekitar 5,52 juta lapangan kerja.
Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang disampaikan dalam pidato pengantar APBN, dan peluncuran berlangsung 11 hari setelah pidato tersebut.
Sebagai tahap awal, implementasi PLTS dimulai di Bali dengan kapasitas awal 5,3 Gwp.
Untuk proyek di Bali, pemerintah menetapkan kapasitas 1.000 megawatt tambah plus baterai sebagai bagian dari tahap awal.
Bahlil menyinggung angka 5,3 dengan nada ringan dan menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Presiden mengenai rincian angka tersebut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




