Kementan Kejar Gula Industri 2028, Catat Surplus 178.000 Ton
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 14:16 WIB
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kementan Targetkan Gula Industri 2028 untuk Stabilitas Pasokan di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada gula konsumsi pada 2026, tepat satu tahun lebih cepat dari target awal 2027.
Penegasan itu disampaikan Abdul Roni Angkat, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, saat tampil di program Prime News pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Roni, capaian swasembada gula konsumsi didorong oleh peningkatan produksi nasional yang menurut taksasi pada Agustus 2026 mencapai 3,018 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi diperkirakan 2,84 juta ton per tahun.
Roni menyebut program bongkar ratun dan perluasan areal tebu sebagai motor utama kenaikan produksi.
Program tersebut dikomandoi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan target bongkar ratun dan perluasan mencapai 200.000 hektare sepanjang 2025–2027, di mana sekitar 100.000 hektare dialokasikan khusus untuk kegiatan itu.
Realisasi hingga 2025–2026 diperkirakan telah mencapai sekitar 130.000 hektare, menurut penjelasan Roni.
Untuk menjamin kesinambungan produksi, Kementerian Agraria menyiapkan dukungan teknis dan input pertanian.
Antara lain disediakan benih unggul sesuai standar riset P3GI sebanyak sekitar 60.000 mata benih per hektare.
Pemerintah juga menyalurkan pupuk ZA bersubsidi khusus untuk tebu serta membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus tebu hingga Rp500 juta tanpa BI checking.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




