Sanksi AS ke Iran Guncang Bursa Asia, Kospi Turun 2,37%
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 12:33 WIB
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sanksi AS Terhadap Iran Guncang Bursa Asia, Indeks Saham Tertekan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pasar keuangan Asia dibuka dengan kehati-hatian pada Selasa, 25 Agustus 2026, setelah Amerika Serikat mengumumkan sanksi AS terhadap Iran yang memicu kekhawatiran investor regional.
Pengumuman sanksi AS terhadap Iran disertai operasi yang disebut Operasi Economic Outcast, sehingga suasana pasar langsung berubah menjadi lebih waspada.
Pejabat Departemen Keuangan AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, menyatakan operasi itu diluncurkan pada Senin atas arahan Presiden Donald Trump, dan penyampaian pesan tersebut semakin menegaskan adanya sanksi AS terhadap Iran.
Reaksi awal terlihat paling tajam di Korea Selatan, di mana indeks Kospi tercatat turun 2,37 persen pada pembukaan perdagangan.
Indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq juga melemah, dengan penurunan sebesar 1,23 persen pada sesi pembukaan yang sama.
Di Jepang, pasar saham dibuka melemah dengan indeks Nikkei 225 turun 0,55 persen.
Indeks Topix di Tokyo juga mencatat pembukaan yang sedikit lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu di Australia, pergerakan pasar berbeda dengan indeks acuan S&P/ASX 200 yang justru naik 0,29 persen pada pembukaan perdagangan.
Analis memperingatkan bahwa kebijakan pembatasan keuangan seperti ini berpotensi mengganggu aliran perdagangan energi dan meningkatkan volatilitas harga komoditas global.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




