Emas jatuh di bawah US$4.100/ons karena ketegangan AS-Iran
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026 07:49 WIB
- visibility 89
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konflik AS
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Harga emas terkoreksi dan turun ke bawah level 4.100 Dolar AS per ons, menyusul peningkatan ketegangan geopolitik dan pergerakan pasar komoditas global.
Saat yang sama, pergerakan harga logam mulia lain menunjukkan pelemahan; perak tercatat melorot di bawah 59 Dolar AS per ons.
Tekanan terhadap harga emas muncul setelah eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk serangkaian serangan rudal dan pembalasan yang memicu kekhawatiran investor.
Lonjakan harga minyak dunia ikut memperburuk sentimen pasar karena risiko inflasi yang meningkat.
Spekulasi menguat bahwa The Federal Reserve (The Fed) dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan lagi sebelum akhir tahun jika tekanan energi mendorong inflasi lebih tinggi.
Pasar menahan posisi hingga rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pekan ini, dengan banyak pelaku memilih strategi wait and see.
Selain itu, perhatian terfokus pada penampilan perdana Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres AS yang dijadwalkan pada Selasa esok.
Teheran sempat mengklaim penutupan sepihak Selat Hormuz, namun klaim tersebut dibantah oleh Komando Pusat AS.
Ketidakpastian terkait rute pasokan energi internasional menjadi faktor utama yang memicu volatilitas harga komoditas.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




