Motor listrik pangkas biaya kurir Pos Indonesia sebesar 67%
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026 20:45 WIB
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pos Indonesia melaporkan penurunan beban operasional setelah memperkenalkan motor listrik pada armada kurirnya.
Courier Operation Vice President Pos Indonesia Fernanda W. Rahmanto menyatakan bahwa penggunaan motor listrik memengaruhi biaya operasi per kurir secara signifikan.
Peralihan kendaraan yang dimulai sejak 2023 berbuah penghematan biaya yang nyata, dan langkah ini mendapat sorotan setelah peluncuran motor listrik nasional yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Fernanda menjelaskan angka konkret penghematan itu untuk menggambarkan dampak perubahan armada.
Sebelumnya, rata-rata biaya operasional kendaraan per kurir mencapai Rp750 ribu setiap bulan.
Setelah beralih, biaya tersebut turun menjadi sekitar Rp250 ribu per kurir per bulan.
Manajemen Pos Indonesia menilai pengurangan biaya ini mampu memperlancar layanan pos dan mengurangi tekanan biaya operasional pada jaringan distribusi.
Perubahan armada juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional agar menjangkau wilayah nonperkotaan.
Fernanda menegaskan harapan perusahaan agar infrastruktur dan dukungan untuk kendaraan listrik dapat berkembang tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah tier 2 dan tier 3.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



