Bahlil: Panas bumi percepat net zero, dukung PLTS 100 GW
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026 00:21 WIB
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bahlil Dorong Multiplier Geothermal untuk Percepat Target Net Zero dan Energi Berkelanjutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mempercepat pemanfaatan geothermal sebagai strategi utama menuju target emisi nol bersih dan peningkatan ketahanan energi nasional.
Pernyataan itu disampaikan pada Indonesia International Geothermal Conference and Exhibition (IGCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu, 19 Agustus 2026.
Bahlil menegaskan bahwa komitmen Paris Agreement mendorong Indonesia untuk merealisasikan net zero emission pada periode 2050 hingga 2060, dengan dukungan kebijakan dan investasi pada sektor energi terbarukan termasuk geothermal.
Pemerintah memasukkan target bauran energi baru terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2035, dengan sasaran 70 sampai 75 persen dari total pasokan listrik.
Bahlil menyebutkan bahwa program ambisius Presiden Prabowo Subianto mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt, dan tahap awal sebesar 30 gigawatt akan dimulai pada 2025–2026.
Dalam paparan terkait energi fosil, Bahlil menyatakan produksi minyak dan gas domestik saat ini berkisar 600 sampai 610 ribu barel per hari.
Sementara itu konsumsi nasional tercatat sekitar 1,5 sampai 1,6 juta barel per hari, sehingga Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




