Asbanda minta BPD jaga likuiditas meski aset Rp1.043 triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026 17:57 WIB
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aset Rp1.043 Triliun: Asbanda Minta BPD Jaga Likuiditas untuk Stabilitas Ekonomi Daerah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Asbanda menegaskan urgensi menjaga likuiditas BPD di tengah perubahan kebijakan pengelolaan dan penyaluran dana pemerintah.
Peringatan ini disampaikan Ketua Umum Asbanda, Agus Haryoto Widodo, pada Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD‑SI) bersama Bank Bengkulu di Bengkulu, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Organisasi tersebut menekankan bahwa tekanan eksternal berisiko melemahkan likuiditas BPD jika tidak ada langkah antisipatif.
Agus menjelaskan karakteristik pembiayaan daerah yang membuat BPD berbeda dari bank umum.
Aliran pendanaan BPD erat terkait siklus fiskal daerah, termasuk transfer pemerintah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain itu, pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) serta transaksi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mempengaruhi arus dana.
Per Juni 2026, catatan Asbanda menunjukkan total aset 27 BPD tercatat sekitar Rp1.043 triliun.
Total kredit yang disalurkan mencapai sekitar Rp673 triliun.
Sementara dana pihak ketiga (DPK) dilaporkan sekitar Rp770 triliun.
Asbanda menilai fungsi intermediasi BPD terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan di daerah.
Namun persaingan penghimpunan dana yang semakin ketat berpotensi mendorong cost of fund.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




