Breaking News
Trending Tags

Aceh minta pengolahan gas Tangkulo onshore oleh Mubadala

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 01:43 WIB
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengembangan gas Tangkulo memicu perdebatan kebijakan terkait apakah pemrosesan gas harus dilakukan di laut atau di darat untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi bagi Aceh.

Pengembangan gas Tangkulo menjadi sorotan setelah temuan di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy dengan kepentingan mayoritas.

Pengamatan publik terkait pengembangan gas Tangkulo menekankan potensi nilai tambah jika pengolahan dilakukan secara onshore di Aceh.

Pernyataan Andri disampaikan di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Andri Satria ST, pengamat pertambangan dan energi, menilai Aceh memiliki infrastruktur pendukung seperti kawasan Arun, fasilitas pelabuhan, kawasan industri, dan tenaga kerja yang relatif siap.

Menurut Andri, ketersediaan fasilitas ini menjadikan opsi onshore layak dipertimbangkan untuk meningkatkan efek berganda bagi ekonomi lokal.

Ia menyayangkan tidak dimasukannya skema onshore dalam Plan of Development (POD) 1 Mubadala sebagai salah satu pemicu dinamika masyarakat Aceh.

Pemerintah daerah disebut telah mengambil langkah politik; Gubernur Aceh dikabarkan mengirim surat kepada Presiden RI agar rencana POD 1 tersebut ditinjau kembali.

Andri menegaskan bahwa Mubadala Energy berhak memperoleh keuntungan wajar sebagai investor, namun negara dan rakyat Aceh juga harus mendapat manfaat yang proporsional.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less